Bedol Desa

bedoldesa

Ini sebenernya #latepost, cerita tentang kami yang pada akhirnya memutuskan untuk tinggal sementara di Indonesia, tepatnya Tangerang, hometown-nya Mommy and Daddy. Walaupun sampai hari ini Max masih menyebut Tangerang dengan sebutan “Jakarta City, I Love Jakarta!!” lengkap dengan senyuman lebarnya yang bikin hidung peseknya makin ketarik kesamping.
Tepat akhir Juli 2015, saat Baby Zac genap berusia 2 bulan, kami sekeluarga: Daddy, Mommy, Max, Baby Zac dan Gymboy (kucing peliharaan kami di Singapura) menginjakkan kaki ke Indonesia dan menetap selama setahun.
Sebenarnya rencana ini sudah ingin kami jalani sejak tahun lalu, memanfaatkan masa-masa Max homeschooling di usia Pra Sekolah-nya ini. Karena kebetulan kami semua senang travelling. Bahkan Max pun sangat adaptif jika sedang berlibur ke tempat-tempat asing. Tapi karena mendadak Mommy mengandung lagi, dan kami sepakat untuk melahirkan di Singapura lagi, jadi kami menunggu sampai Baby Zac lahir. And here we go!
Tiga bulan pertama kami akan menempati rumah teman SMA Mommy dulu. Kebetulan rumahnya sudah fully furnished dan bisa disewa hanya untuk 3 bulan. Jadi kami cukup membawa pakaian saja (dan segudang mainan-mainan Max tentunya).
Mengapa 3 bulan? Karena sambil menunggu rumah yang mau kami beli rampung proses pembangunan dan proses KPR hingga akad kredit. Finger crossed, semoga dalam 3 bulan ini benar-benar bisa rampung semuanya, amin.
Lalu bagaimana dengan rumah Telok Blangah kami di Singapura? Alhamdulillah, kami menemukan tenant yang pas. Pas kriterianya (keluarga yang bekerja) dan juga pas harga sewanya 👌. Kami hanya menyewakan satu kamar tidur, jadi sewaktu-waktu Daddy harus kembali ke Singapura untuk urusan pekerjaan masih bisa menempati kamar yang satu lagi. Sekali-kali nyobain jadi Ibu Kost 😁.
Max was the most excited one. Max menikmati hari-harinya disini. Bertemu banyak sekali kakek, nenek dan sepupu-sepupu yang sebelumnya jarang ditemui, teman-teman baru, dan orang-orang baru yang berbeda ciri dan bahasanya. Yup, Max learns a lot of new Bahasa from his new surroundings. Dia belajar lebih banyak hal dan pengalaman baru yang tidak pernah dijumpainya di Singapura. So we’ll just let him explore and be curious as he always be. And this is just our beginning! There’ll be more things to discover on our one-year-adventure in Indonesia. And we wish it for the best ☺️.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s